Airless system

Kelebihan airless dibanding air spray: pekerjaan lebih cepat karena atomisasinya
terdiri dari cat saja (sesuai namanya airless berarti pengkabutan tanpa angin),
kalau menggunakan air spray untuk pengecatan satu bidang misalnya membutuhkan
3 – 4 pass (1 pass = 1 kali gerakan semprot mulai dari bidang sudut kiri ke
kanan), airless hanya membutuhkan 1 – 2 pass saja dengan hasil ketebalan yang
sama, airless cocok dipergunakan untuk penyemprotan bidang yang lebar dan pekerjaan
yang banyak terutama yang memerlukan kecepatan kerja, selain itu transfer efisiensinya
jauh lebih bagus dibanding air spray, berkisar 50%. Kelebihan lain dari alat
ini sanggup dipergunakan untuk penyemprotan cat yang tergolong hi-build maupun
high-solid contents. Kekurangan dari airless, alat ini tidak flexible, pengaturan
tekanan cat tidak dapat diatur pada spray gun tapi pengaturan terletak pada
pompa pengecatan, begitupun kelebaran sudut semprot tidak dapat diatur (sudah
fix sesuai ukuran tip / nozzle), untuk mengganti kelebaran sudut semprot diperlukan
pergantian tip atau nozzle. Hasil pengecatan yang dihasilkan tidak sehalus air
spray karena tekanannya yang tinggi dan atomisasinya yang tidak mengandung angin,
maka itu hasil finish kadang kala menyerupai kulit jeruk atau orange-peel, oleh
sebab itu untuk menghindari atau meminimalkan orange-peel ini diperlukan teknik
pengaturan tekanan yang baik yang selaras dengan kelebaran sudut semprot maupun
jarak sudut semprot, semua ini harus seirama supaya hasil finish yang dihasilkan
bagus.

Di dalam industri protective coatings (istilah yang digunakan untuk pengecatan
steel, perlindungan terhadap karat / korosi), air spray biasanya digunakan dengan
pressure pot atau tabung tekan, biasanya menggunakan kapasitas tabung 20 liter
dilengkapi dengan pengaduk atau agitator yang digerakkan oleh tekanan angin
dari kompressor. Alat ini sangat umum dipergunakan untuk penyemprotan zinc (umumnya
viscositasnya encer) Sedangkan sistem airless sangat bagus digunakan untuk jenis
cat epoxy maupun polyurethane terutama yang mengandung high solid contents.

Untuk mengatur atau mengontrol ketebalan yang diperlukan (dry film thickness
disingkat dft), salah satu kriteria yang diperlukan adalah menggunakan ukuran
tip / nozzle yang tepat, karena tip ini berhubungan dengan berapa banyak volume
cat yang disemprotkan cc per menit, semakin besar ukuran tip berarti semakin
besar diameter lubang keluar cat (orifice size) dan semakin banyak volume cat
yang dikeluarkan per menit. Untuk menggunakan ukuran tip / nozzle yang tepat,
selalu disarankan agar pemilihan didasarkan pada “paint reference manual”.
Pada manual tersebut, jenis cat dan spesikasi tip size yang harus digunakan
selalu dicantumkan, maka itu setiap pembelian cat terutama jenis protective
coatings sebaiknya manual tersebut diminta dari vendor. Begitupun seperti yang
dikatakan diatas bahwa selain menggunakan ukuran tip yang tepat, penyetelan
tekanan cat dan teknik penyemprotan yang benar (kelebaran sudut semprot dan
jarak sudut semprot) adalah unsur yang sangat penting didalam mendapatkan ketebalan
dft yang diperlukan (misalnya 4 – 6 mil / 100 – 150 micron). Semua ini, tip
size + pressure setting + spray technique saling terkait satu sama lain, semuanya
harus selaras.

source:migas-indo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesian
WhatsApp chat