Mengenal Epoxy Flooring dan Tahapan Aplikasinya

Dimana Epoxy Flooring sering digunakan?
Epoxy Flooring dikembangkan untuk pengecatan lantai indusri dimana memerlukan ketahanan ekstra terhadap siklus kerja, bahan kimia, tahan abrasi dan juga mudah dibersihkan. Namun sekarang penggunaannya lebih meluas seperti untuk pengecatan area parkir dan juga gudang penyimpanan bahan. Epoxy Flooring juga biasa digunakan untuk pengecatan lantai pada industri makanan dan farmasi karena sifatnya yang mudah dibersihkan, aman dan higienis.
Salah satu perkembangan terbaru Epoxy Flooring adalah digunakan pada area komersil seperti toko-toko, pasar, hotel dan area rekreasi.
Bagaimana Cara Aplikasi Epoxy Flooring?
1. Persiapan Lahan
Langkah ini untuk mempersiapkan dan memastikan bahwa lantai siap untuk di cat. Hasil  Pengecatan Epoxy Flooring yang optimal bisa didapat jika lahan yang kita gunakan juga sudah dipersiapkan dengan baik. Lahan yang akan dicat harus benar-benar bersih, terbebas dari kotoran dan minyak serta permukaannya harus dipastikan rata. Jika permukaan tidak rata, sebaiknya lakukan perataan menggunakan mesin grinding.
2. Memperbaiki Lantai Retak dan Berlubang
Selain lantai harus rata, permukaan lantai yang akan dilakukan pengecatan menggunakan Epoxy juga harus terbebas dari lubang dan retakan agar hasil pengecatan benar-benar optimal. Lubang atau retakan ini bisa diperbaiki menggunakan Epoxy Grouting
3. Pemberian Lapisan Primer
Langkah ini adalah langkah pertama dalam pemberian lapisan Epoxy Flooring. Pemberian lapisan primer berguna untuk mengoptimalkan penetrasi cat ke dalam lapisan permukaan beton sehingga daya rekat cat epoxy pada lapisan berikutnya bisa maksimal.
4. Pemberian Lapisan Epoxy Coating
Langkah ini dilakukan setelah lapisan primer kering. Langkah ini bisa berbeda-beda tergantung sistem pengecatan yang dibutuhkan. Untuk area kerja yang ringan, bisa langsung diaplikasikan lapisan topcoat yang tipis dengan beberapa sifat yang dibutuhkan, (misal lapisan high gloss, skid resistance, chemical resistance, dll). Namun untuk kebutuhan lain (misal, heavy duty atau high build) biasanya diaplikasikan terlebih dahulu lapisan seal coat yang high build untuk memberikan lapisan yang tebal dan kuat. Baru Setelah lapisan ini kering, diberi lapisan top coat dengan sifat tertentu (misal lapisan high gloss, skid resistance, chemical resistance, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesian
WhatsApp chat